Fortuna Lab — Your Medical Home

Kenali pemeriksaan Anda

Penjelasan singkat 214 jenis pemeriksaan: untuk apa diperiksa dan, bila tersedia, nilai normalnya.

Hematologi 27 pemeriksaan

Darah lengkap
suatu jenis pemeriksaan penyaring untuk menunjang diagnosa suatu penyakit dan atau untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit. Disamping itu juga pemeriksaan ini sering dilakukan untuk melihat kemajuan atau respon terapi pada pasien yang menderita suatu penyakit infeksi.
Hemoglobin
Pemeriksaan hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi adanya anemia dan penyakit ginjal. Peningkatan hemoglobin dapat menunjukan indikasi adanya dehidrasi, penyakit paru-paru obstruksi menahun, gagal jantung kongestif dan lain-lain. Nilai Hb turun mengindikasi adanya penyakit anemia. Nilai normal: L = 13,5 – 18,0 g/dl P = 11,5 – 16,0 g/dl hb anemia
Lekosit
Leukosit merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun proses metabolik toksin, dll.. Penurunan kadar leukosit bisa ditemukan pada kasus penyakit akibat infeksi virus, penyakit sumsum tulang, dll, sedangkan peningkatannya bisa ditemukan pada penyakit infeksi bakteri, penyakit inflamasi kronis, perdarahan akut, leukemia, gagal ginjal, dll. Nilai normal :4.000 - 11.000/cmm
Hitung jenis
Hitung jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit. Terdapat lima jenis leukosit, yang masing-masingnya memiliki fungsi yang khusus dalam melawan patogen. Sel-sel itu adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Hasil hitung jenis leukosit memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai infeksi dan proses penyakit. Adapun fungsi dari eosinofil dan basofil adalah untuk memberikan reaksi alergi pada benda asing atau infeksi, sedangkan monosit berfungsi sebagai reaksi virus atau imun dan limfosit berfungsi untuk pembentukan antibodi. Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah leukosit total dan hasilnya dinyatakan dalam sel/μl. Nilai normal : Eosinofil 0-3%, Basofil 0-2%,Stab 2-4%, Segmen 35-80%, Limfosit 15-40%, Monosit 1-10%
LED
Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen dalam pemeriksaan LED, hal ini dikarenakan panjang pipet Westergreen bisa dua kali panjang pipet Wintrobe sehingga hasil LED yang sangat tinggi masih terdeteksi. Nilai normal LED pada metode Westergreen : Laki-laki : 0 – 10 mm/jam Perempuan : 0 – 20 mm/jam
Trombosit
Trombosit merupakan bagian dari sel darah yang berfungsi membantu dalam proses pembekuan darah dan menjaga integritas vaskuler. Beberapa kelainan dalam morfologi trombosit antara lain giant platelet (trombosit besar) dan platelet clumping (trombosit bergerombol). Nilai normal trombosit berkisar antara 150.000 - 450.000 /cmm darah. Trombosit yang tinggi disebut trombositosis dan sebagian orang biasanya tidak ada keluhan. Trombosit yang rendah disebut trombositopenia, ini bisa ditemukan pada kasus demam berdarah (DBD), Idiopatik Trombositopenia Purpura (ITP), supresi sumsum tulang, dll. platelet demam berdarah dbd
Hematokrit
Hematokrit merupakan ukuran yang menentukan banyaknya jumlah sel darah merah dalam 100 ml darah yang dinyatakan dalam persent (%). Nilai normal hematokrit untuk pria berkisar 40% - 54% sedangkan untuk wanita berkisar 35% - 47%. Seperti telah ditulis di atas, bahwa kadar hemoglobin berbanding lurus dengan kadar hematokrit, sehingga peningkatan dan penurunan hematokrit terjadi pada penyakit-penyakit yang sama Persentase konsentrasi eritrosit dalam plasma dimana kadar hematokrit = 3 x kadar hb
Eritrosit
Eritrosit atau sel darah merah merupakan komponen darah yang paling banyak, dan berfungsi sebagai pengangkut / pembawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh dan membawa karbondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru. Nilai normal eritrosit pada pria berkisar 4,5 juta - 6,5 juta sel/ul darah, sedangkan pada wanita berkisar 3,0 juta – 6,0 juta sel/ul darah. Eritrosit yang tinggi bisa ditemukan pada kasus hemokonsentrasi, PPOK (penyakit paru obstruksif kronik), gagal jantung kongestif, perokok, preeklamsi, dll, sedangkan eritrosit yang rendah bisa ditemukan pada anemia, leukemia, hipertiroid, penyakit sistemik seperti kanker dan lupus, dll
Eosinofil
Eosinofil merupakan sel darah yang berperan pada proses alergi, infeksi parasit -> pemeriksaan Hitung Eosinofil bertujuan untuk mengetahui adanya proses alergi/ hipersensitifitas atau infeksi parasit misalnya cacing (penyakit2 tsb tidak selalu disertai peningkatan jumlah eosinofil). Nilai normal: 40 – 440/cmm
Retikulosit
Retikulosit merupakan eritrosit (sel darah merah) muda. Peningkatan retikulosit menunjukkan peningkatan pembentukan sel darah merah , misalnya akibat perdarahan atau ada peningkatan penghancuran eritrosit. Nilai normal 0,5 – 1,5 % dari jumlah eritrosit atau 23.000 – 73.000 sel/ul darah
Hapusan darah
Mengetahui adanya kelainan morfologi eritrosit, lekosit dan trombosit -> mengetahui jenis anemia, kelainan hemoglobin, lekosit dan trombosit
Gol. Darah
Pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah . Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut.
Gol. Darah rhesus
sistem penggolongan darah berdasarkan ada atau tidaknya antigen D di permukaan sel darah merah. Rhesus merupakan suatu protein trans membran yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Apabila Rh (-) menandakan bahwa sel darah merah kekurangan protein.
Faal Hemostasis
Untuk mengetahui kemampuan alami untuk menghentikan perdarahan pada lokasi luka oleh spasme pembuluh darah, adhesi trombosit dan keterlibatan aktif faktor koagulasi, adanya koordinasi dari endotel pembuluh darah, agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi. Fungsi utama mekanisme koagulasi adalah menjaga keenceran darah (blood fluidity) sehingga darah dapat mengalir dalam sirkulasi dengan baik, serta membentuk thrombus sementara atau hemostatic thrombus pada dinding pembuluh darah yang mengalami kerusakan (vascular injury).
Waktu Perdarahan (BT)
Sebagai pemeriksaan penyaring sebelum operasi untuk mengetahui adanya kelainan trombosit sebagai proses pembekuaan darah. Apabila trombosit rendah maka BT akan meningkat, jika ini terjadi maka orang tersebut tidak dapat operasi. Nilai normal : 0 – 5 menit
Waktu Pembekuan (CT)
Sebagai pemeriksaan penyaring sebelum operasi untuk mengetahui kelainan pembekuan darah ( kelainan faktor-faktor pembekuan darah ). Nilai normal: 5 – 14 menit
PPT
Untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yaitu : faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VIII (antihephophic faktor, AHF), faktor XII (faktor Hageman), faktor XI (plasmadan faktor X (faktor Stuart).
APTT
Untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur intrinsik dan jalur bersama, yaitu : faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VII (prokonvertin), dan faktor X (faktor Stuart). Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal
PT (INR)
Untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yaitu : faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VII (prokonvertin), dan faktor X (faktor Stuart). Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal. Pada penyakit hati PT memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis protrombin.
Fibrinogen
Fibrinogen merupakan faktor pembekuan darah (Faktor I), dihasilkan oleh hati. Pemeriksaan Fibrinogen berguna untuk mengetahui adanya kelainan pembekuan darah , mengetahui adanya risiko terjadinya pembekuan darah (peningkatan kadar fibrinogen berarti ada peningkatan risiko pembekuan darah -> peningkatan risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner dan Stroke ), dan mengetahui adanya gangguan fungsi hati
Tes Agregasi Trombosit (TAT)
Agregasi trombosit adalah kecenderungan trombosit untuk menempel satu sama lain membentuk bekuan darah. TAT berguna untuk mengetahui kelainan kualitas trombosit (yang menimbulkan gangguan agregasi) dan memonitor terapi (misanya pemberian aspirin). Hiperagregasi berarti peningkatan kecenderungan trombosit membentuk agregasi -> meningkatkan risiko stroke dan PJK. Hipoagregasi berarti trombosit “malas” membentuk bekuan -> meningkatkan risiko perdarahan platelet demam berdarah dbd
Serum Iron (SI)
pemeriksaan yang mengukur jumlah besi yang terikat oleh transferin dan secara tidak langsung menggambarkan jumlah transferin dalam darah -> menentukan apakah ada kekurangan atau kelebihan zat besi
TIBC
Menggambarkan status kandungan besi dalam tubuh -> menentukan apakah ada kekurangan atau kelebihan zat besi
Hb-elektroforesis
Untuk mengetahui adanya variasi atau kelainan hemoglobin, seperti Thalassemia atau hemoglobinopati
MCV
Merupakan indeks eritrosit , menggambarkan ukuran dan kandungan Hb dalam eritrosit -> menentukan jenis anemia. Merupakan volume rata-rata eritrosit disebut juga femtoliter. Nilai normal: 86 – 110 fL
MCH
Hemoglobin eritrosit rata-rata atau banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut juga pikogram. Nilai normal 26 - 34Pg
MCHC
Konsentrasi hb eritrosit rata-rata. Yaitu kadar hb yang di dapat per eritrosit dinyatakan dengan % (satuan lebih tepat gr hb/ dl erit). Nilai normal 31 – 36 g/dl

Urine 14 pemeriksaan

Urine lengkap
Untuk mengetahui kelainan fungsi ginjal dan salurannya juga bertujuan untuk mengetahui kelainan-kelainan organ tubuh seperti hati, saluran empedu, pankreas, korteks adrenal, uterus dan lain-lain. kencing air seni
Urine Flocytometry
Pemeriksaan tersedia. Hubungi kami untuk informasi persiapan dan waktu pengerjaan. kencing air seni
Protein / Urine Alb
Untuk menentukan adanya kelainan pada faal ginjal akibat kerusakan glomerulus atau gangguan reabsorsi tubuls ginjal, atau kedua-duanya kencing air seni
Glukosa Urine
Untuk memantau glukosa darah gula darah diabetes kencing manis kencing air seni
Urobilinogen
Untuk menentukan kerusakan hepar, penyakit hemolitik, dan infeksi berat.
Bilirubin
Merupakan suatu indikator adanya kerusakan hepar atau obstruksi saluran empedu, misalnya oleh batu
pH
Penetapan pH diperlukan pada gangguan keseimbangan asam basa, kerena dapat memberi kesan tentang keadaan dalam badan. pH urin normal berkisar antar 4,5 -- 8,0. Selain itu penetapan pH pada infeksi saluran kemih dapat memberi petunjuk ke arah etiologi.
Berat Jenis
Untuk mengetahui kepekatan atau pengenceran sampel urine, biasanya terjadi pada orang yang terkena penyakit ginjal.
Urobilin
Untuk menentukan kerusakan hepar, penyakit hemolitik, dan infeksi berat.
Keton
Terjadi pada penderita diabetes mellitus, bila kebutuhan energi sel melebihi glukosa maka sel-sel akn mensekresi lemak untuk energi. Untuk memantau glukosa darah
Nitrit
Untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dengan ditemukannya bakteri.
Sedimen
Untuk mengetahui adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemih serta berat ringannya penyakit. unsur sedimen dibagi atas dua golongan yaitu unsur organik dan tak organik. Unsur organik berasal dari sesuatu organ atau jaringan antara lain epitel, eritrosit, leukosit, silinder, potongan jaringan, sperma, bakteri, parasit dan yang tak organik tidak berasal dari sesuatu organ atau jaringan seperti urat amorf dan kristal.

Test Kehamilan

Plano Test
Untuk mengetahui adanya hCG pada urin wanita hamil hamil kehamilan
Test Pack (Hcg–EIA)
Untuk mengetahui adanya hCG pada urin wanita hamil hamil kehamilan

Feces 6 pemeriksaan

Feces Rutin
Untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab diare (bakteri, parasit amuba, jamur, alergi/ intoleransi lemak, protein dan karbohidrat) tinja feses
Lemak
Untuk mengetahui adanya lemak pada feses
Darah Samar
Untuk mengetahui adanya darah dalam feses -> membantu mendiagnosis perdarahan usus karena infeksi, tumor atau kanker; untuk membantu dokter melacak perdarahan.
Pencernaan
Untuk mengetahui sistem pencernaan
Floating Test
Untuk mengidentifikasi adanya telur dengan metode apung
Clinitest
Clinitest adalah suatu pemeriksaan dengan menggunakan tablet clinitest yang digunakan untuk mendeteksi adanya zat-zat dalam feses yang mereduksi tembaga yang terdapat dalam tablet clinitest tersebut. Zat-zat tersebut adalah monosakarida seperti glukosa, laktosa, fruktosa, galaktosa, dan pentosa. Clinitest ini dapat digunakan untuk membedakan diare yang disebabkan oleh karena ekskresi abnormal gula (monosakarida) dan diare yang disebabkan oleh karena kuman.

Biomolekuler (PCR) 3 pemeriksaan

M. Tuberculosis PCR
Pemeriksaan PCR adalah teknologi canggih yang dapat mendeteksi DNA, termasuk DNA M.tuberculosis. Salah satu masalah dalam pelaksanaan teknik ini adalah kemungkinan kontaminasi. Cara pemeriksaan ini telah cukup banyak dipakai, kendati masih memerlukan ketelitian dalam pelaksanaannya. Hasil pemeriksaan PCR dapat membantu untuk menegakkan diagnosis sepanjang pemeriksaan tersebut dikerjakan dengan cara yang benar dan sesuai standar internasional. tbc paru
Sal. Typhosa PCR
Pemeriksaan PCR adalah teknologi canggih yang dapat mendeteksi DNA, termasuk DNASal. Typhosa. Salah satu masalah dalam pelaksanaan teknik ini adalah kemungkinan kontaminasi. Cara pemeriksaan ini telah cukup banyak dipakai, kendati masih memerlukan ketelitian dalam pelaksanaannya. Hasil pemeriksaan PCR dapat membantu untuk menegakkan diagnosis sepanjang pemeriksaan tersebut dikerjakan dengan cara yang benar dan sesuai standar internasional.
HBV DNA Kuantitatif
Untuk mengetahui jumlah virus hepatitis B yang masih hidup -> dipergunakan untuk memantau perjalanan penyakit dan terapi hepatitis B. hepatitis b

Kimia Klinik 44 pemeriksaan

Faal Hati

SGOT
Untuk mengetahui enzim yang terdapat di dalam sel parenkim hati. SGOT akan meningkat kadarnya di dalam darah jika terdapat kerusakan pada hati. Namun SGOT tidak spesifik hanya terdapat di dalam hati. SGOT juga dapat ditemukan di sel darah, jantung, dan sel otot. Karena itu peningkatan SGOT tidak selalu menunjukkan kerusakan pada hati Nilai normal: L = 10 - 35 U/L Opt 37 oC P = 10 – 31 U/L Opt 37 oC fungsi hati liver
SGPT
Untuk mengetahui enzim yang terdapat di dalam sel hati. . SGPT akan meningkat kadarnya di dalam darah jika terdapat kerusakan pada hati. Nilai normal: L = 9 – 43 U/L Opt 37 oC P = 9 – 36 U/L Opt 37 oC fungsi hati liver
Gamma GT
Merupakan enzim yang dihasilkan oleh hati dan saluran empedu. Peningkatan kadarnya berarti kemungkinan ada kelainan (radang, infeksi, batu, tumor) pada hati dan saluran empedu. Nilai normal: L = 11 - 50 U/L Opt 37 oC P = 7 - 32 U/L Opt 37 oC
Fosfatase Alkali
Merupakan enzim yang dihasilkan oleh hati, saluran empedu dan tulang. Peningkatan kadarnya berarti kemungkinan ada kelainan (radang, infeksi, batu, tumor) pada hati dan saluran empedu. Nilai normal: L/P = 98 – 279 U/L Opt 37 oC
Bilirubin
Merupakan zat warna kuning yang dihasilkan oleh empedu. Bila terjadi peningkatan kadar bilirubin, kulit akan menjadi kekuningan. Peningkatan kadar bilirubin bisa terjadi karena penyakit hati dan empedu (karena radang/ infeksi, sumbatan batu, tumor) atau pemecahan sel darah merah yang berlebihan Nilai normal: BIL. DIREK ≤ 0,2 BIL. TOT ≤ 0,1 – 1,2
Albumin
Albumin merupakan protein yang berperan penting untuk menahan cairan supaya tetap berada di dalam pembuluh darah. Bila kadar albumin berkurang, cairan dari dalam pembuluh darah akan keluar menuju jaringan, mengakibatkan bengkak. Kekurangan albumin dapat terjadi pada penyakit hati (misalnya sirosis), kekurangan gizi, kebocoran di ginjal (misalnya sindrom nefrotik). Nilai normal: 3,5 – 5,3 mg/dL
Globulin
Merupakan jenis protein yang dihasilkan oleh sel limfosit, berfungsi untuk kekebalan. Penurunan kadarnya berarti terdapat gangguan kekebalan tubuh. Peningkatan kadar globulin terjadi pada infeksi, penyakit hati dan beberapa jenis keganasan. Globulin terdiri dari 3 yaitu alfa dan beta globulin yang disintesa di liver dengan kadar kecil sedangkangamma globulin disintesa di jaringan RE dengan kadar yang banyak. Nilai normal:2,6 – 3,1 gr/dl
Total Protein
Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita malnutrisi/ kekurangan protein; untuk mengetahui fungsi hati (hati merupakan organ yang menghasilkan protein). Nilai normal: 6,6 – 8,79 gr/dl
Gamma Globulin
Merupakan jenis protein yang dihasilkan oleh sel limfosit, berfungsi untuk kekebalan. Penurunan kadarnya berarti terdapat gangguan kekebalan tubuh. Peningkatan kadar globulin terjadi pada infeksi, penyakit hati dan beberapa jenis keganasan. Gamma globulin disintesa di jaringan RES.

Enzimatik

Cholinesterase (CHE)
Merupakan enzim hati yang dipergunakan untuk membantu menentukan apakah fungsi sintesis dari hati masih baik atau tidak. Bila kadar CHE menurun, berarti ada gangguan fungsi hati kolesterol lemak
GLDH
Untuk membedakan antara hepatitis akibat virus dengan nekrosis hati akut akibat toksin atau gangguan pada hati akibat hipoksia, terutama pada kondisi kerusakan hati dengan aminotransferase yang tinggi
Lipase
Untuk mengetahui kadar enzim Lipase, yaitu enzim yang membantu pencernaan lemak -> untuk membantu diagnosis kelainan pancreas dan gangguan pencernaan (misalnya radang atau tumor pada pancreas)
Amilase
Untuk mengetahui kadar enzim Amilase, yaitu enzim yang membantu pencernaan karbohidrat -> untuk membantu diagnosis kelainan pancreas dan gangguan pencernaan (misalnya radang atau tumor pada pancreas)
Bile Acid
Merupakan salah satu indikator untuk diagnosis klinis penyakit liver/hati. Peningkatan Jumlah Cairan Empedu terjadi pada kondisi hepatitis (akut maupun kronis), kanker hati, serta sklerosis hati
Acid phosphatase
untuk mendiagnosis kanker prostat atau BPH. Konsentrasi enzim fosfatase asam yang tinggi (ACP) dapat di temukan pada kelenjar prostat dan semen. Konsentrasinya agak berkurang di dalalm sum-sum tulang, sel darah merah, hati, dan limpa. Kenaikan ACP serum tertinggi terjadi pada kasus kanker prostat. Pada hipertrofi prostat yang jinak (benign prostatic hypertrophy, BPH), kadarnya juga di atas normal. Peningkatan kadar fosfatase alkalin yang cukup tinggi dapat menyebabkan kadar seruMm ACP tinggi yang keliru

Lemak Darah

Cholesterol total
Untuk mengetahui kadar kolesterol atau lemak total yang beredar di seluruh tubuh. Nilai normal: < 200 mg/dl kolesterol lemak
Trigliserida
Untuk mengetahui kadar salah satu jenis lemak dalam darah yang dibutuhkan tubuh untuk diubah menjadi energi, tinggi rendahnya trigliserida sangat dipengaruhi oleh makanan yang di konsumsinya. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus puasa 10 – 12 jam. Nilai normal: < 200 mg/dl trigliserida lemak
HDL- Cholesterol
Untuk mengetahui kadar lemak baik yang mampu membersihkan atau menghisap cholesterol yang berlebih kemudian dibawa kembali ke hati dan akan didaur ulang kembali Nilai normal: > 35 mg/dl kolesterol lemak kolesterol baik
LDL- Cholesterol
Untuk mengetahui kadar lemak jahat karena LDL berfungsi untuk membawa cholesterol ke berbagai bagian tubuh yang membutuhkan namun LDL yang terlalu banyak dapat menimbulkan penimbunan cholesterol di arteri yang menyebabkan serangan jantung Nilai normal: > 130 mg/dl kolesterol lemak kolesterol jahat
Total lipid
Untuk mengetahui kadar lemak total yang beredar di seluruh tubuh. Nilai normal: < 200 mg/dl
Chol Apo A-1
Lipoprotein utama pada partikel HDL yang berperan dalam mengangkut kolesterol dari sel perifer ke hati atau sebaliknya. kolesterol lemak
Chol Apo B
Merupakan factor risiko PJK dan stroke. Diperlukan untuk menghitung Small dense-LDL (Small dense-LDL = LDL direk dibagi Apo B kolesterol lemak
Lippo Protein (A)
Merupakan factor risiko stroke
Ratio LDL / HDL Chol
Untuk memperjelas diagnosa atau prediksi untuk resiko penyakit jantung koroner. Apabila rasio koles total LDL atau HDL choles < 5 maka resiko PJK meningkat kolesterol lemak kolesterol jahat kolesterol baik
Small Dense LDL
Merupakan LDL dengan partikel molekul kecil yang menyelinap kedalam lapisan dinding arteri dan bila terjadi oksidasi proses oksidasi partikel ini akan menyebabkan inflamasi atau peradangan dan kerusakan pada dinding pembuluh darah tersebut. kolesterol jahat

Faal Ginjal

Ureum/ BUN
Untuk mengetahui jumlah nitrogen urea yang ada dalam darah. Urea merupakan produk limbah yang di bentuk selama proses pemecahan protein yang kemudian ditransfer dari hati ke ginjal (melalui aliran darah) dan dikeluarkan dalam bentuk urin. Nilai normal:5 - 17 mg/dl fungsi ginjal
Kreatinin
Untuk mengetahui kadar kreatin dalam darah. Kreatin merupakan produk penguraian dari kreatinin fosfat dalam metabolisme otot dan dihasilkan dari kreatin. Biasanya kadar kreatin dalam darah normal karena massa otot relatif konstan, namun bila fungsi ginjal terganggu maka kreatinin dalam darah akan meningkat. Nilai normal: L = 0,7 – 1,4 mg/dl P = 0,6 – 1,1 mg/dl fungsi ginjal
Kreatinin Klirens
Untuk mengetahui fungsi ginjal (kemampuan ginjal untuk membersihkan kreatinin dari dalam darah). Bahan : urin tampung 24 jam, seluruh urin dibawa ke laboratorium Pasien harus cukup minum (minimal 8 gelas sehari) BB dan TB pasien diukur. Adapun rumusnya adalah: Nilai Normal Creatinin Clearence: Usia 0 – 30 thn L=59 – 137 ml/mnt Usia 30 – 60 thnL=54 – 98 ml/mnt Usia 60 – 100 thnL=30 – 60 ml/mnt fungsi ginjal
Asam Urat
Untuk mengetahui adanya penyakit Gout Arthritis (nyeri sendi karena tingginya kadar asam urat) Nilai normal: L = 3,5 – 7,0 mg/dl P = 2,4 – 5,7 mg/dl asam urat gout

Gula Darah

Glukosa puasa
Untuk mengetahui kemampuan hormon insulin dalam memetabolisme glukosa dalam keadaan puasa 8 – 10 jam Nilai normal: < 126 mg/dl gula darah diabetes kencing manis
Glukosa 2 jam PP
Untuk mengetahui kemampuan hormon insulin dalam memetabolisme glukosa dalm keadaan puasa 2 jam setelah makan dan membantu menentukan terapi pada pasien diabetes Nilai normal: < 140 mg/dl gula darah diabetes kencing manis
Glukosa Test Toleransi
Untuk memantau beratnya Diabetes Mellitus setelah di beri beban glukosa sesuai standart. Darah di ambil 5x (0 jam, ½ jam, 1½ jam,....). Nilai normal: gula darah diabetes kencing manis
Glukosa Sewaktu
Untuk mengetahui kemampuan hormon insulin dalam memetabolisme glukosa dalam keadaan tidak puasa Nilai normal: < 170 mg/dl gula darah diabetes kencing manis
HbA 1c
HbA1c merupakan hemoglobin yang mengalami perubahan struktur kimiawi akibat terpapar dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam waktu lama (± 120 hari, sesuai umur sel darah merah)-> kadar HbA1c tinggi menunjukkan bahwa kadar glukosa darah pasien (selalu) tinggi, meskipun kadar glukosa darah sewaktu/ puasa dalam batas normal. Pemeriksaan HbA1c merupakan alat ukur kepatuhan pasien diabetes terhadap diet dan pengobatan serta memonitor keberhasilan terapi diabetes gula darah diabetes

Elektrolit

Natrium
Untuk mengetahui kadar natrium pada darah dan mengetahui fungsi ginjal, adanya penyakit jantung, kelainan susunan saraf pusat
Kalium
Untuk mengatur derajat keasaman tubuh. Apabila K+ meningkat maka ph tubuh akan menjadi asidosis karena K+ menggntikan atau menukar H+. Begitu juga sebaliknya Apabila K+ menurun maka ph tubuh akan menjadi alkalosis karena K+ menggntikan atau menukar H+ berkurang dan secara progresif leyap
Chlorida
Untuk mengetahui kadar klorida pada darah dan mengetahui fungsi ginjal, adanya penyakit jantung, kelainan susunan saraf pusat
Calsium
Untuk mengetahui kadar kalsium pada darah dan mengetahui fungsi ginjal, adanya penyakit jantung, kelainan susunan saraf pusatkontraksi otot rangka, kontraksi otot jantung, pembekuan darah, pembentukan tulang dan gigi
Phospor anorganik
Merupakan panel elektrolit/ mineral darah, yang berfungsi mengatur derajat keasaman (pH) darah, berperan dalam hantaran syaraf, kontraksi otot rangka, kontraksi otot jantung, pembekuan darah, pembentukan tulang dan gigi serta mengetahui fungsi ginjal
Magnesium
Untuk mengetahui kadar magnesium pada darah dan mengetahui fungsi ginjal, adanya penyakit jantung, kelainan susunan saraf pusat

Profil Jantung

CPK
Merupakan enzim yang terdapat di dalam sel otot serat lintang (otot rangka dan otot jantung) -> Peningkatan kadar CPK berarti ada kelainan pada otot rangka (radang otot, kanker) atau otot jantung (serangan jantung)
CK-MB
Merupakan isoenzim dari CPK yang hanya terdapat di otot jantung -> lebih spesifik untuk membantu menegakkan adaya kerusakan pada otot jantung, misalnya karena serangan jantung (infark miokard)
LDH
Untuk mengetahui adanya “late infark” (infark miokard/ serangan jantung) yang sudah terjadi >72 jam sebelumnya; untuk membantu mengetahui adanya proses hemolitik/ pemecahan sel darah
hs-CRP
hs-CRP merupakan CRP pada kadar sangat rendah (<6 mg/dL; lebih rendah dari metode pemeriksaan CRP biasa). hs-CRP merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner, membantu menegakkan diagnosis sepsis pada bayi baru lahir.

Imuno-Serologi 83 pemeriksaan

Hepatitis

HBsAg
Untuk mengetahui adanya infeksi virus Hepatitis B. Jika HBsAg positif -> terinfeksi virus hepatitis B. Jika HBsAg positif selama lebih dari 6 bulan, berarti pasien menderita Hepatitis B kronis -> disarankan untuk rutin memeriksakan fungsi hati (SGOT, SGPT, Protein Total, Albumin, AFP) paling tidak 6 bulan – 1 tahun sekali hepatitis b
Anti HBs
Untuk mengetahui adanya antibody/ zat kekebalan terhadap virus Hepatitis B. Pada penderita Hepatitis B, anti HBs positif merupakan petanda kesembuhan. Pada pasien yang belum/ sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis B, jika anti HBs positif berarti pasien sudah mempunyai kekebalan terhadap infeksi virus Hepatitis B. Disarankan untuk rutin memeriksakan kadar anti HBs, jika kadar anti HBs menurun, perlu diberikan vaksinasi ulang. Jika HBsAg dan anti HBs negative -> pasien belum pernah terinfeksi dan belum mempunyai kekebalan terhadap infeksi hepatitis B -> disarankan untuk vaksinasi hepatitis b
Anti HBs (titer)
Untuk mengetahui adanya antibody/ zat kekebalan terhadap virus Hepatitis B dengan titer. hepatitis b
Anti HBc
Untuk mengetahui adanya infeksi terhadap inti (core) virus Hepatitis B -> merupakan petanda adanya infeksi hepatitis B. Disarankan untuk diperiksa bila HBsAg positif. Pada infeksi akut terbentuk sebelum anti-HBs. hepatitis b
IgM Anti-Hbc
Untuk mengetahui adanya infeksi akut terhadap inti (core) virus Hepatitis B -> merupakan petanda adanya infeksi hepatitis B. Disarankan untuk diperiksa bila HBsAg positif. hepatitis b
Hbe Ag
Merupakan petanda replikasi (pembelahan virus). Disarankan untuk diperiksa bila HBsAg positif. Bila HBeAg positif berarti penderita masih infeksius (berpotensi menularkan virus Hepatitis B) hepatitis b
Anti Hbe
Merupakan petanda kesembuhan pada infeksi hepatitis B. Disarankan untuk diperiksa bila HBsAg positif. Meskipun HBsAg positif, tapi anti HBenya positif -> berarti pasien mulai sembuh. hepatitis b
Anti HAV
Untuk mengetahui adanya infeksi terhadap virus Hepatitis A. hepatitis a
IgM Anti HAV
Untuk mengetahui adanya infeksi akut terhadap virus Hepatitis A. hepatitis a
Anti HCV
Untuk mengetahui adanya infeksi terhadap virus Hepatitis C. Anti HCV positif berarti pasien menderita Hepatitis C. hepatitis c
IgM Anti HCV
Untuk mengetahui adanya infeksi akut terhadap virus Hepatitis C. Anti HCV positif berarti pasien menderita Hepatitis C. hepatitis c

TORCH

IgG Toxoplasma
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi Toxoplasma gondii sebelumnya.
IgM Toxoplasma
Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari Toxoplasma gondii
IgG Anti Rubella
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi Rubella sebelumnya
IgM Anti Rubella
Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari Rubella
IgG Anti CMV
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi CMV (Cytomegalovirus) sebelumnya
IgM Anti CMV
Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari CMV (Cytomegalovirus)
IgG Anti HSV-1
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi Virus Herpes Simpleks tipe 1 sebelumnya.
IgM Anti HSV-1
Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari Virus Herpes Simpleks tipe 1
IgG Anti HSV-2
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi Virus Herpes Simpleks tipe 2 sebelumnya
IgM Anti HSV-2
Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari Virus Herpes Simpleks tipe 2

STD

TPHA
TPHA kepanjangan dari Treponema Pallidum Hemaglutination Assay , merupakan tes untuk mendeteksi adanya infeksi Treponema Pallidum, bakteri penyebab sifilis
VDRL
VDRL singkatan dari Venereal Disease Research Laboratory, merupakan tes skrining/ penapis untuk mengetahui adanya penyakit sifilis -> spesifisitas kurang dibandingkan TPHA
Anti HIV
Untuk mengetahui adanya antibody terhadap infeksi virus HIV -> membantu diagnosis infeksi HIV aids

Auto Imun

Anti ds DNA
Untuk menentukan apakah pasien memiliki antibodi terhadap materi genetik di dalam sel.
ANA Test
Merupakan pemeriksaan penyaring adanya penyakit2 autoimun (antibody tubuh yang menyerang sel-sel tubuh sendiri karena antibody tersebut “salah mengenali” sel-sel tubuh yang normal sebagai benda asing yang harus dihancurkan), misalnya SLE (Lupus) dll
LE test
Merupakan pemeriksaan penyaring adanya penyakit autoimun seperti Lupus. Sensitivitas pemeriksaan ini rendah (kemungkinan hasil negative palsu cukup besar -> hasil tes negative belum menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit

Rheumatik

Rheumatoid Arthritis
Untuk mengetahui adanya penyakit rematik (arthritis rheumatoid)
Rose Waaler
Sebuah tes hemaglutinasi pasif yang sebagian besar sudah bersejarah, sebelumnya digunakan untuk mendeteksi faktor rheumatoid (RF) pada arthritis.
CRP Kuantitatif
C-Reactive Protein (CRP) merupakan protein yang terbentuk sebagai respon adanya kerusakan jaringan karena peradangan (inflamasi), infeksi atau keganasan.
CRP Kualitatif
C-Reactive Protein (CRP) merupakan protein yang terbentuk sebagai respon adanya kerusakan jaringan karena peradangan (inflamasi), infeksi atau keganasan.
Anti CCP
Untuk membantu diagnosa rheumatoid arthritis dan untuk menilai keparahan dan tentu saja kemungkinan penyakit (prognosis) dan juga utuk membantu mengevaluasi perkembangan RA pada orang yang menunjukkan gejala tetapi belum memenuhi kriteria American Colloge of Rheumatology (ACR) untuk RA.

Penanda Tumor

AFP
Merupakan petanda tumor untuk hati dan tumor-tumor germina
CEA
Merupakan petanda tumor untuk usus dan payudara
PSA Total
Merupakan petanda tumor untuk prostat PSA dalam serum ada tiga bentuk Bebas Terikat ke α1 antikimotripsin Terikat keα2 makroglobulin
Free PSA
Merupakan petanda tumor untuk prostat
CA 12-5
Merupakan petanda tumor untuk ovarium
CA 19-9
Merupakan petanda tumor untuk pankreas
CA 15-3
Merupakan petanda tumor untuk payudara

Endokrinologi

T - 3
Untuk mendiagnosa hipertiroidisme dengan kadar T4 normal tiroid gondok
T – 4
Untuk menyingkirkan suatu hipotiroidisme atau hipertiroidisme dang jga untuk memonitoring hasil pengobatan antiteroid pada hipertiroid tiroid gondok
TSH-s
Untuk mengetahui kadar hormone TSH (Thyroid Stimulating Hormone), yaitu hormone yang dihasilkan hipofisis yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid/ kelenjar gondok. Pemeriksaan FT3, FT4, T3 total, T4 total dan TSH dipergunakan untuk membantu menegakkan diagnosis kelainan kelenjar gondok (hipotiroid, hipertiroid) dan memantau terapi. tiroid gondok
Free T-3
T3 (Triiodotironin) adalah precursor/ prohormon tiroid/ hormone tiroid yang belum aktif. Free T3 adalah T3 yang berada dalam bentuk bebas (tidak berikatan dengan protein)
Free T-4
T4 (Tiroksin) adalah hormone tiroid aktif. Free T4 adalah T4 yang berada dalam bentuk bebas (tidak berikatan dengan protein).
Free T-4 index
Tes untuk mengukur aktivitas/fungsi tiroid
T-Uptake
Resin T3 Uptake dan Resin T4 Uptake adalah mengukur berapa banyak protein yang masih bisa berikatan dengan hormon T3 dan T4. Jika protein banyak, hormon yang diikat oleh protein tadi pun menjadi banyak. Akibatnya, kelejar tiroid akan mengeluarkan banyak hormon untuk mengimbanginya. Jika protein berkurang, hanya sedikit hormon yang bisa diikat, maka kelenjar tiroid akan menurunkan produksi hormonnya.
TBG
Digunakan dalam penilaian T-4 bebas. Apabila T4 endogen rendah, maka banyak tempat di TBG yang akan bebas berikatan dengan T3 berlabel. Sebaliknya apabila banyak T4 maka hanya sedikit temoat di TBG yang tersedia untuk berikatan dengan T3 berlabel.
FSH
Hormon gonadotropink yang berasal dari kelenjar hipofisis, yang merangsang pertumbuhan dan matangnya folikel ovarium untuk memproduksi estrogen pada wanita dan untuk meningkatkan spermatogenesis pada pria. Kenaikkan fertilitas dapat ditentukan dengan pemeriksaan ini.
LH
Untuk mengetahui kadar hormon LH yang merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis yang berfungsi untuk pematangan sel telur dan mengatur proses pelepasan sel telur dan indung telur
Prolaktin
Untuk mengetahui kadar hormon prolaktin yang merupakan hormon yang merangsang kelenjar susu untuk memproduksi susu. Akan meningkat pada masa kehamilan, stres fisik,mental keadaan hipoglikemia dan salah satu faktor adanya tumor pada mamae
Estradiol
Untuk mengetahui kadar hormon estradiol yang berfungsi untuk memantau fungsi dari indung telur
Progesteron
Untuk mengetahui kadar hormon progesteron yang berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi pada perempuan dan kehamilan
Testosteron
Untuk mengetahui hormon seksual pada pria yang di hasilkan oleh testis secara alami.
B-hCG Kuantitatif
Merupakan petanda tumor untuk mola hydatidosa (hamil anggur) dan choriocarcinoma (kanker yang disebabkan oleh mola hydatidosa). Sering dipergunakan untuk memantau terapi kuretase mola. hamil kehamilan

Imuno-Serologi lain

IgG Anti Dengue
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi virus Dengue penyebab demam dengue/ demam berdarah demam berdarah dbd
IgM Anti Dengue
Untuk mengetahui adanya infeksi akut virus Dengue penyebab demam dengue/ demam berdarah demam berdarah dbd
Widal Slide
Untuk mengetahui adanya infeksi terhadap kuman Salmonella typhi dan paratyphi yang merupakan penyebab demam tifoid/ tifus. tifus tipes
C- 3 Komp
Berperan dalam imunitas bawaan. Penurunan C3 berkaitan dengan penyakit autoimun, neonatal respiratory distress syndrome, bakterimia, kerusakan jaringan, hepatitis kronik, dan berbagai tipe penyakit ginjal.adapun manfaat pemeriksaan ini adalah untul mendeteksi adanya peningkatan C3 yang bersamaan dengan CRP maka akan berkaitan dengan penyakit inflamasi akut atau inflamasi jaringan.
C-4 Komp
Untuk pemantauan penyakit autoimun, untuk membedakan gangguan imunologis, dan untuk mendiagnosa suatu defisiensi spesifik. Penurunan C4 mengindikasi kondisi sisseminated iontransvaskular coagulation (DIC), acute glomerular nephritis, hepatitis kronik dan SLE. Sedangkan peningkatan C4 yang bersamaan dengan CRP berkaitan dengan penyakit inflamasi akut atau inflamasi jaringan
IgM
Antibodi yang diproduksi dalam 48-72 jam setelah antigen masuk ke tubuh dan bertanggung jawab pada kekebalan primer
IgG
Terbentuk akibat kontaminasi sekunder terhadap antigen asing dan bertanggung jawab terhadap aktivitas antivirus dan antibakteri.
IgA
Ditemukan dalam sekresi saluran pernapasan, saluran GI dan saluran genitourinaria(GU) , air mata, dan saliva. Untuk melindungi mukosa membran dari virus dan bakteri.
Anti M. TBC (ICT TBC)
Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus Mycobacterium tuberculosis complex tuberkulosis tbc paru
Seramoeba
Untuk mengetahui adanya antibody terhadap infeksi amuba. Amuba adalah parasit yang menginfeksi usus, mengakibatkan diare dengan lendir dan darah (amubiasis) serta abses hati
IgG Helicobacter
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi bakteri Helycobacter pylori penyebab infeksi lambung
IgM Helicobacter
Untuk mengetahui adanya infeksi akut bakteri Helycobacter pylori penyebab infeksi lambung
IgG Anti Salmonella
Untuk mengetahui adanya riwayat infeksi bakteri Salmonella Typhi tifus tipes
IgM Anti Salmonella
Untuk mengetahui adanya infeksi akut bakteri Salmonella Typhi tifus tipes
Anti Dengue Rapid
Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus dengue. Ada dua antibodi yang dideteksi yaitu Imunoglobulin G dan Imunoglobulin M, dua jenis antibodi ini muncul sebagai respon tubuh terhadap masuknya virus ke dalam tubuh penderita demam berdarah dbd

Alergi

IgE Total
IgE adalah antibody yang terbentuk selama reaksi alergi (makanan, obat atau allergen lain), asma atau infeksi cacing -> untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit

IgE Spesifik (ELISA)

IgE Daging Ayam
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Kepiting
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Ikan
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Kerang
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Susu
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Kacang
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Coklat
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Putih Telur
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Kuning Telur
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Tungau
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Debu Rumah
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Gandum
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya
IgE Udang
Untuk mengetahui adanya proses alergi atau infeksi parasit pada penyebab alerginya

Narkoba & Obat 10 pemeriksaan

Morphin
Untuk periksa narkoba jenis putauw, candu dan morphin . narkoba
Amphetamine
Untuk mendeteksi amphetamin (umumnya per oral), bisa untuk periksa narkoba jenis sabu-sabu , ekstasi , ineks, eve, speed. narkoba sabu
Methamphetamine
Untuk mendeteksi methamphetamin (diberikan secara intravena) seperti sabu-sabu narkoba sabu narkoba sabu
Cannabinoid(THC)
Untuk periksa narkoba jenis ganja atau cannabis. narkoba ganja
Benzodiazepin
Untuk penyebab penyakit yang dihubungkan dengan gangguan susah tidur, menghilangkan kecemasanpengobatan dilirium tremens, sedasi sebelum prosesoperasi, untuk menghilangkan kejang eplepsi dan juga pada spasme otot. Dimsyarakat bisa dalam bentuk Diazepam, Alparazolam, Estazolam, Nitrazepam,Lorazepam, Clobazam.
Opiate
Obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri (opium). Modifikasi kimiawi produk alami menghasilkan heroin dan hidrokodon. Sedangkan yang sintetik adalah meperidin dan metadon.
Cocaine
Untuk mendeteksi metabolit utama kokain , benzoil ekgoin di urine
Barbiturat
Barbiturat terutama digunakan untuk sedasi ringan, anestesi umum, dan sebagai pengobatan untuk beberapa jenis epilepsi. Barbiturat adalah sekelompok obat penenang yang mengurangi aktivitas di otak; menimbulkan kecanduan dan kemungkinan fatal ketika diambil bersamaan dengan alkohol
Carbamazepin
Carbamazepine merupakan obat antiepilepsi yang digunakan untuk mengatasi seizure dan juga digunakan dalam kontrol nyeri neurogenik dari trigeminal neuralgia dan diabetik nefropati Carbamazepine banyak digunakan dalam penyakit neurologi dan psikis. Pemantauan konsentrasi carbamazepine digunakan untuk memantau kecukupan, efikasi atau toksisitas
Phenytoin/Dilantin
Memantau kecukupan terapi, kemanfaatan dan kemungkinan toksisitas Phenytoin efektif digunakan dalam penanganan tonic-clonic dan partial seizure, serta status epileptikus

Patologi Anatomi 7 pemeriksaan

PAP Smear
Untuk mendeteksi kanker serviks dan jaringan pra kanker
Cytologi Urine
Sitologi ditujukan untuk mengidentifikasi adanya derajat keganasan (karsinoma), untuk diagnosis tumor saluran pencernaan, paru, saluran air kemih, dan lambung. Sel yang diperiksa dapat berasal dari exfoliasi sel yang spontan sebagai hasil dari pertumbuhan yang terus-menerus sel permukaan, dimana sel-sel yang paling atas selalu terlepas untuk diganti dengan sel yang lebih muda. Exfoliasi sel yang terjadi spontan dapat kita temukan misalnya pada: urine, dahak, cairan ascites dan cairan vagina. Sel-sel tersebut akan mengalami degenerasi bila tidak segera difiksasi. Pada saat terlepas dari jaringan, sel-sel tesebut terlepas pula dari tekanan sekelilingnya, hingga akan mengambil bentuk tertentu yang khas, yang dapat sangat berbeda dari bentu semula sewaktu masih berada dalam jaringan kencing air seni
Cytologi sputum
Sitologi ditujukan untuk mengidentifikasi adanya derajat keganasan (karsinoma), untuk diagnosis tumor saluran pencernaan, paru, saluran air kemih, dan lambung. Sel yang diperiksa dapat berasal dari exfoliasi sel yang spontan sebagai hasil dari pertumbuhan yang terus-menerus sel permukaan, dimana sel-sel yang paling atas selalu terlepas untuk diganti dengan sel yang lebih muda. Exfoliasi sel yang terjadi spontan dapat kita temukan misalnya pada: urine, dahak, cairan ascites dan cairan vagina. Sel-sel tersebut akan mengalami degenerasi bila tidak segera difiksasi. Pada saat terlepas dari jaringan, sel-sel tesebut terlepas pula dari tekanan sekelilingnya, hingga akan mengambil bentuk tertentu yang khas, yang dapat sangat berbeda dari bentu semula sewaktu masih berada dalam jaringan
Cytologi pleura
Sitologi ditujukan untuk mengidentifikasi adanya derajat keganasan (karsinoma), untuk diagnosis tumor saluran pencernaan, paru, saluran air kemih, dan lambung. Sel yang diperiksa dapat berasal dari exfoliasi sel yang spontan sebagai hasil dari pertumbuhan yang terus-menerus sel permukaan, dimana sel-sel yang paling atas selalu terlepas untuk diganti dengan sel yang lebih muda. Exfoliasi sel yang terjadi spontan dapat kita temukan misalnya pada: urine, dahak, cairan ascites dan cairan vagina. Sel-sel tersebut akan mengalami degenerasi bila tidak segera difiksasi. Pada saat terlepas dari jaringan, sel-sel tesebut terlepas pula dari tekanan sekelilingnya, hingga akan mengambil bentuk tertentu yang khas, yang dapat sangat berbeda dari bentu semula sewaktu masih berada dalam jaringan
Cytologi liquor
Sitologi ditujukan untuk mengidentifikasi adanya derajat keganasan (karsinoma), untuk diagnosis tumor saluran pencernaan, paru, saluran air kemih, dan lambung. Sel yang diperiksa dapat berasal dari exfoliasi sel yang spontan sebagai hasil dari pertumbuhan yang terus-menerus sel permukaan, dimana sel-sel yang paling atas selalu terlepas untuk diganti dengan sel yang lebih muda. Exfoliasi sel yang terjadi spontan dapat kita temukan misalnya pada: urine, dahak, cairan ascites dan cairan vagina. Sel-sel tersebut akan mengalami degenerasi bila tidak segera difiksasi. Pada saat terlepas dari jaringan, sel-sel tesebut terlepas pula dari tekanan sekelilingnya, hingga akan mengambil bentuk tertentu yang khas, yang dapat sangat berbeda dari bentu semula sewaktu masih berada dalam jaringan
Patologi jaringan
Untuk mengetahui perubahan struktur dan fungsi sel, jaringan dan organ akibat penyakit, meliputi pengetahuan dan pemahaman dari perubahan fungsi dan struktur pada penyakit, mulai tingkat molekular sampai pengaruhnya pada tiap individu.
FNA
untuk mendiagnosa adanya tumor yang terletak di permukaan tubuh yang dapat dilihat atau diraba seperti tumor kulit, payudara, kelenjar gondok, kelenjar getah bening. Untuk tumor-tumor organ tubuh yang lebih dalam, juga dapat dilakukan FNAB, namun biasanya dibutuhkan bantuan dokter ahli radiologi untuk membimbingnya dengan USG , misalnya pada tumor paru, tumor hati, tumor ginjal, tumor pancreas dsb. Untuk memastikan stadium penyakit dan tindakan selanjutnya

Mikrobiologi 20 pemeriksaan

Sediaan Hapus

Prep. Gram
untuk mengetahui morfologi bakteri yang terdapat dalam sampel (coccus atau basil dan gram + atau -)
Prep. Diphteri
untuk mengidentifikasi dan memperjelas granula pada bakteri Corynebacterium diphteriae pada sediaan langsung
Prep. BTA
untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Mycobacterium tuberculosa dalam sampel. tbc paru
Prep. Tricomonas
untuk mengetahui ada tidaknya parasit Trichomonas vaginalis yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin atau saluran kemih
Prep GO
untuk mengetahui ada tidaknya infeksi bakteri Neisseria gonorhoe penyebab penyakit GO yang menginfeksi alat kelamin
Prep jamur
untuk mencari hyphae (benang-benang sel yang memanjang dan saling berhubungan dari ujung ke ujung) dan spora (alat reproduksi jamur)

Kultur

Kultur bertujuan untuk mengisolasikan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi klinis. Kultur pengerjaannya ± 1 minggu. Vitek pengerjaannya ± 3 bulan

Darah
Bakteremia, septikemia, syok pascaoperasi, demam yang tak diketahui asalnya
Urine
E. coli , spesies Klebsiella, Pseudomonas, spesies Serratia, Shigella sp., Candida sp,. Enterobacter, proteus kencing air seni
Feces
Salmonella sp., Sigella sp.,Staphilococcus,E.coli, Campylobacter tinja feses
Sekret
Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada sampel sekret
GO
untuk mengetahui ada tidaknya kuman Neiseria gonorrhoea dalam sampel yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin. Kuman GO dibiakan dalam media khusus dengan suasana anaerob, karena tidak akan tumbuh pada suasana aerob
Gall
untuk mengetahui atau mengidentifikasi bakteri penyebab bakteremia dan septisemia yang terdapat dalam darah
Pus
Isolasi bakteri patogen dan uji kepekaan antibiotika dari sampels pus
Diphteri
untuk mengidentifikasi kuman Corynebacterium diphteriae yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan
Usap tenggorokan
Streptokoki β-hemolitika, kandidiasis, infeksi tonsil , Staphylococcus aureus
BTA
untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Mycobacterium tuberculosa dalam sampel. Pertumbuhan kuman ini sangat lambat, sehingga bila dikultur memerlukan waktu 6-8 minggu tbc paru
Jamur
Membiakkan dan mengidentifikasi jamur yang terdapat dalam sampel
Anaerob
Mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi pada manusia dalam keadaan tanpa oksigen.
Aerob
Mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi pada manusia dalam keadaan membutuhkan oksigen.
Usap rektum
Mengisolasi dan mengidentifikasi kuman patogen (Gastroenteritis) pada saluran pencernaan
Pemeriksaan itu belum ada di daftar ini Coba kata lain, atau tanyakan langsung — daftar ini belum memuat semua pemeriksaan yang tersedia.

Tanya via WhatsApp

Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Nilai normal dapat berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan metode pemeriksaan — gunakan nilai rujukan yang tercantum di lembar hasil Anda.

Tanya via WhatsApp